PokerKiuKiu Agen Judi Poker dan Domino Uang Asli Indonesia Manajer Chelsea Jose Mourinho dikatakan sebagai genius berkenaan taktiknya saat mengandaskan Liverpool. Namun Graeme Souness menilai pria Portugal itu hanya menghadirkan style permainan paling simpel.
Akhir minggu tempo hari, Chelsea berhasil mengandaskan Liverpool di Anfield 2-0. Hasil ini merubah peta persaingan menuju titel, dimana Liverpool saat ini tidak lagi memegang kendali tetapi berubah ke Manchester City. Lihat juga Lukaku Serahkan Kesuksesan kepada Chelsea
Pujian lalu menghujani Mourinho. Bagaimana tak? Chelsea datang tiada kemampuan terbaiknya plus terserang bertubi-tubi namun dapat terus menang di kandang lawan.
Untuk catatan, The Blues mengawali pertandingan tiada John Terry, David Luiz, Petr Cech, Oscar, Eden Hazard, Ramires, serta Willian. Buka-bukaan Juga pemain muda Tomas Kalas ‘terpaksa’ melakukan debut untuk tutup lubang di lini belakang lantaran absennya beberapa senior.
Walau menang, Chelsea sendiri selama kompetisi sejatinya jadi tidak terlihat mau menang. Mourinho menginstruksikan anak asuhnya bermain rapat di daerah kotak penalti serta sesekali lakukan serangan balik. Juga tim London barat itu sering mengulur-ulur saat.
Buahpoker Maka tidak mengherankan bila statistik tunjukkan Chelsea hanya mempunyai 27% penguasaan bola serta empat kali tembakan mengarah ke gawang. Sesaat Liverpool menguasai dengan 73% ball possession plus delapan tendangan pas tujuan.
Namun bagaimanapun hasil akhir yang bicara. Chelsea menghukum tuan rumah melalui dua kelengahan fatal serta memenangi pertandingan. Sakaupoker Satu segi tidak sedikit yang memberikan pujian pada kiat Mourinho, namun di lain segi keberhasilan ini memetik kritikan lantaran Chelsea dinilai bermain benar-benar negatif. Terakhir manajer Liverpool Brendan Rodgers menyebutkan mereka memarkir dua bus.
Source
http://mascandu.com
http://candu-webs.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar